Beautiful Trauma
- Amanda Febriani
- Oct 9, 2021
- 1 min read

Aku rasa ada yang mengikutiku ke rumah. Segera kukunci pintu rumahku dan menutup semua jendela. Namun, mengapa suaranya malah terdengar semakin jelas? Aku terduduk dan menutup mataku. Aku sangat ketakutan, tetesan keringat mulai membasahi tubuhku. Saat mataku terbuka, aku malah mendapati wajahnya tengah menikmati indahnya angkasa malam. Ternyata aku hanya bermimpi sangat buruk–rupanya, traumaku belum sepenuhnya hilang.
Aku tertidur saat tengah menunggu pergantian tahun. Aku dan dia telah merencanakan perayaan tahun baru kali ini sejak lama. Piknik malam di tengah taman bunga matahari memang bukan ide yang buruk. Hingga tiba saat menghitung mundur, kami meneriakkan angka-angka tersebut dengan penuh semangat. Lalu, kembang api mulai terlihat di angkasa dan semua orang bersukacita. Aku menatap matanya yang dipenuhi bintang-bintang kemudian memeluknya serta berbisik kecil "Terima kasih untuk segalanya."



Comments